CONTOH DALAM KEHIDUPAN NYATA TENTANG TANGGUNG JAWAB DAN PENGABDIAN
Pengalaman
saya menjadi Paskibraka Provinsi Bali 2013. Awal mula sebelum menjadi
Paskibraka. Saya mengikuti ekskul paskibra sekolah. Entah apa yang membuat saya
minat dan tertarik untuk menjadi anggota paskibra sekolah. Walaupun banyak yang
bilang mengikuti ekskul paskibra itu capek, tapi sepertinya terlihat menarik
dan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan juga bermanfaat. Jadi tak ada
salahnya untuk mencoba. Latihan paskibra diadakan setiap seminggu sekali. Saya
terus mengikuti latihan tersebut dan ternyata benar ekskul paskibra itu capek.
Latihannya dibawah terik matahari disiang hari sampai sore. Melakukan pemanasan
seperti push up, shit up, baris berbaris, dihukum ketika melakukan kesalahan
dll. Selain itu paskibra juga dilatih untuk menjadi lebih disiplin,tanggung
jawab, tepat waktu, mempunyai rasa kekeluargaan, dan juga menambah banyak
teman. Setelah beberapa bulan sudah mengikuti latihan paskibra. Banyak
lomba-lomba LKBB (pasukan baris-berbaris) yang sudah saya ikuti di beberapa
sekolah dan dirtingkat kabupaten maupun ditingkat provinsi. Pada bulan april
ada seleksi Paskibraka Nasional. Seleksi tersebut dimulai dari sekolah. Awalnya
saya tidak minat dan tidak memiliki keinginan untuk ikut seleksi paskibraka.
Karena saya sadar diri saya orang nya cepat capekdan fisik lemah. Tetapi senior
saya menyuruh saya untuk ikut dan saya juga berfikir apasalahnya untuk mencoba.
Saya masuk 20 besar 10 pa 10 pi untuk dikirim ke pusat pemerintah Kabupaten
Badung untuk mengikuti seleksi Paskibraka Nasional. Banyak ada ratusan siswa
siswi SMA/K se-kab Badung untuk mengikuti seleksi. Seleksi tahap pertama hanya
dilihat dari penampilan, postur tubuh dan tinggi. Awalnya saya sangat senang
bisa lolos dan masuk 60 besar dari ratusan siswa siswi. Tetapi masih banyak
tahapan seleksi yang harus saya ikuti seperti tes fisik, lari, shit up, push
up, tes iq, pengetahuan umum, bahasa inggris, tes kesehatan, seni budaya, dan
masih banyak lainnya. Akhirnya pengumuman yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tidak
disangka-sangka saya berhasil lolos dan masuk 10 besar 5 pa dan 5 pi untuk di
kirim ke provinsi mengikuti seleksi mewakili kabupaten badung. Di provinsi pun
juga sama banyak tes yang harus saya lalui seperti di kabupaten. Waktu
pengumuman pun tiba, sayang sekali saya tidak bisa lolos ke nasional, karena
hanya dipilih 1 orang putri dan 1 orang putra untuk mewakili provinsi bali
melaksanakan tugas di istana negara. Walaupun hanya lolos sampai tinggkat
provinsi. Intinya saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan melakukan yang
terbaik pada saat seleksi. Saya sangat senang dan juga orang tua saya sangat
bangga. 1 bulan saya karantina dan mengikuti latihan, banyak pengalaman baru
yang saya dapatkan, suka maupun duka bersama teman dll. Detik-detik Proklamasi
pun tiba. Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tidaklah mudah,
terpikul tanggung jawab yang tidak ringan yakni turut serta untuk mensukseskan
hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia dengan tugas dan tanggung
jawab yang telah diamanahkan, amanah tersebut sebagai sebuah ajang pembuktian
bahwa saya mampu dan bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik
mungkin atas kemampuan yang telah saya miliki. Pengabdian seorang paskibraka
seperti halnya seorang ibu yang memberikan asinya dengan rela dan penuh cinta
kasih sayang kepada anaknya. Itulah pengalaman yang tidak akan pernah saya
lupakan dan pengalaman yang sangat membanggakan menjadi bagian dari Paskibraka
Provinsi Bali 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar