Senin, 07 Desember 2015

CONTOH DALAM KEHIDUPAN NYATA TENTANG TANGGUNG JAWAB DAN PENGABDIAN

Pengalaman saya menjadi Paskibraka Provinsi Bali 2013. Awal mula sebelum menjadi Paskibraka. Saya mengikuti ekskul paskibra sekolah. Entah apa yang membuat saya minat dan tertarik untuk menjadi anggota paskibra sekolah. Walaupun banyak yang bilang mengikuti ekskul paskibra itu capek, tapi sepertinya terlihat menarik dan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan juga bermanfaat. Jadi tak ada salahnya untuk mencoba. Latihan paskibra diadakan setiap seminggu sekali. Saya terus mengikuti latihan tersebut dan ternyata benar ekskul paskibra itu capek. Latihannya dibawah terik matahari disiang hari sampai sore. Melakukan pemanasan seperti push up, shit up, baris berbaris, dihukum ketika melakukan kesalahan dll. Selain itu paskibra juga dilatih untuk menjadi lebih disiplin,tanggung jawab, tepat waktu, mempunyai rasa kekeluargaan, dan juga menambah banyak teman. Setelah beberapa bulan sudah mengikuti latihan paskibra. Banyak lomba-lomba LKBB (pasukan baris-berbaris) yang sudah saya ikuti di beberapa sekolah dan dirtingkat kabupaten maupun ditingkat provinsi. Pada bulan april ada seleksi Paskibraka Nasional. Seleksi tersebut dimulai dari sekolah. Awalnya saya tidak minat dan tidak memiliki keinginan untuk ikut seleksi paskibraka. Karena saya sadar diri saya orang nya cepat capekdan fisik lemah. Tetapi senior saya menyuruh saya untuk ikut dan saya juga berfikir apasalahnya untuk mencoba. Saya masuk 20 besar 10 pa 10 pi untuk dikirim ke pusat pemerintah Kabupaten Badung untuk mengikuti seleksi Paskibraka Nasional. Banyak ada ratusan siswa siswi SMA/K se-kab Badung untuk mengikuti seleksi. Seleksi tahap pertama hanya dilihat dari penampilan, postur tubuh dan tinggi. Awalnya saya sangat senang bisa lolos dan masuk 60 besar dari ratusan siswa siswi. Tetapi masih banyak tahapan seleksi yang harus saya ikuti seperti tes fisik, lari, shit up, push up, tes iq, pengetahuan umum, bahasa inggris, tes kesehatan, seni budaya, dan masih banyak lainnya. Akhirnya pengumuman yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tidak disangka-sangka saya berhasil lolos dan masuk 10 besar 5 pa dan 5 pi untuk di kirim ke provinsi mengikuti seleksi mewakili kabupaten badung. Di provinsi pun juga sama banyak tes yang harus saya lalui seperti di kabupaten. Waktu pengumuman pun tiba, sayang sekali saya tidak bisa lolos ke nasional, karena hanya dipilih 1 orang putri dan 1 orang putra untuk mewakili provinsi bali melaksanakan tugas di istana negara. Walaupun hanya lolos sampai tinggkat provinsi. Intinya saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan melakukan yang terbaik pada saat seleksi. Saya sangat senang dan juga orang tua saya sangat bangga. 1 bulan saya karantina dan mengikuti latihan, banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, suka maupun duka bersama teman dll. Detik-detik Proklamasi pun tiba. Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tidaklah mudah, terpikul tanggung jawab yang tidak ringan yakni turut serta untuk mensukseskan hari yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia dengan tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan, amanah tersebut sebagai sebuah ajang pembuktian bahwa saya mampu dan bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin atas kemampuan yang telah saya miliki. Pengabdian seorang paskibraka seperti halnya seorang ibu yang memberikan asinya dengan rela dan penuh cinta kasih sayang kepada anaknya. Itulah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan dan pengalaman yang sangat membanggakan menjadi bagian dari Paskibraka Provinsi Bali 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar