Rabu, 02 November 2016

Game Online

Dunia internet berkembang begitu pesat. Tidak hanya untuk browsing dan berinteraksi lewat situs jejaring sosial, kehadiran internet juga dimanfaatkan sebagai sarana bermain game secara bersamaan (multiplayer) melalui game online. Game online, secara gamblang adalah game yang dimainkan dengan menggunakan jaringan baik LAN (Local Area Network) atau internet. Biasanya, jenis game yang dimainkan adalah game peperangan atau menyusun strategi.
Bisnis warnet di Indonesia semenjak beberapa tahun terakhir terlihat sangat pesat. Di beberapa warnet umumnya terlihat dipenuhi oleh kalangan pelajar yang tak kelak selalu datang untuk menghabiskan waktunya bermain game online dan terkadang mereka rela untuk tidak masuk sekolah (bolos) hanya demi bermain game online.

Dampak positif game online
1. Setiap game memiliki tingkat kesulitan/Level yang berbeda. Umumnya permainan ini dilengkapi pernak-pernik senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk menyelesaikan level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi. Permainan game online akan melatih pemainnya untuk dapat memenangkan permainan dengan cepat, efisien dan menghasilkan lebih banyak poin.

2. Meningkatkan konsentrasi.Kemampuan konsentrasi pemain game online akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan beberapa tugas, mecari celah yang mungkin bisa dilewati dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah game maka semakin diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.

3. Meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Penelitian yang dilakukan di Manchester University dan Central Lanchashire University menyatakan bahwa orang yang bermain game 18 jam seminggu atau sekita dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan

4. meningkatkan kemampuan membacaPsikolog dari Finland Univesity menyatakan bahwa game meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa jenis permainan ini menurunkan tingkat minat baca anak sangat tidak beralasan.

5. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggrisSebuah studi menemukan bahwa gamers mempunyai skil berbahasa inggris yang lebih baik meskipun tidak mengambil kursus pada masa sekolah maupun kuliah. Ini karena banyak alur cerita yang diceritakan dalam bahasa inggris dan kadang kala mereka chat dengan pemain lain dari berbagai negara.

6. Meningkatkan pengetahuan tentang komputeruntuk dapat menikmati permainan dengan nyaman dan kualitas gambar yang prima seorang peman game online akan berusaha mencari informasi tentang spesifikasi komputer dan koneksi internet yang dapat digunakan untuk memainkan game tersebut. Karena pengguna komputer aktif biasanya mereka juga akan belajar troubleshooting komputer dan overclocking.

7. Meningkatkan kemampuan mengetikKemampuan mengetik sudah pasti meningkat karena mereka menggunakan keyboard dan mouse untuk mengendalikan permainan.

Dampak Negatif Game Online

1. Menimbulkan adiksi (Kecanduan) yang kuat
Sebagian besar game yang beredar saat ini memang didesain supaya menimbulkan kecanduan para pemainnya. semakin seseorang kecanduan pada suatu game maka pembuat game semakin diuntungkan karena peningkatan pembelian gold/tool/karakter dan sejenisnya semakin meningkat. Tapi keuntungan produsen ini justru menghasilkan dampak yang buruk bagi kesehatan psikologis pemain game.
2. Mendorong melakukan hal-hal negatif
Walaupun jumlahnya tidak banyak tetapi cukup sering kita menemukan kasus pemain game online yang berusaha mencuri ID pemain lain dengan berbagai cara. Kemudian mengambil uang didalamnya atau melucuti perlengkapannya yang mahal-mahal. Kegiatan mencuri ID ini biasanya juga berlanjut pada pencurian akun lain seperti facebook, email dengan menggunakan keylogger, software cracking dll.Bentuk pencurian ini tidak hanya terbatas pada pencurian id dan password tetapi juga bisa menimbulkan pencurian uang – meskipun biasanya tidak banyak (dari uang SPP misalnya) dan pencurian waktu, misalnya membolos sekolah demi bermain game.
3. Berbicara kasar dan kotor
Entah ini terjadi di seluruh dunia atau hanya Indonesia tetapi sejauh yang penulis temui di warnet-warnet diberbagai kota. Para pemain game online sering mengucapkan kata-kata kotor dan kasar saat bermain di warnet atau game center.
4. Terbengkalainya kegiatan di dunia nyata
Keterikatan pada waktu penyelesaian tugas di game dan rasa asik memainkannya seringkali membuat berbagai kegiatan terbengkalai. Waktu beribadah, tugas sekolah, tugas kuliah ataupun perkerjaan menjadi terbengkalai karena bermain game atau memikirkannya. Apalagi banyak permainan yang terus berjalan meskipun kita sudah offline.
5. Perubahan pola makan dan istirahat
Perubahan pola istirahat dan pola makan sudah jamak terjadi pada gamers karena menurunnya kontrol diri. Waktu makan menjadi tidak teratur dan mereka sering tidur pagi demi mendapat happy hour (internet murah pada malam-pagi hari)
6. Pemborosan
Uang untuk membayar sewa komputer di warnet dan membeli gold/poin/karakter kadangkala nilainya bisa mencapai jutaan rupiah. Belum lagi koneksi internet, dan upgrade spesifikasi komputer dirumah.
7. Mengganggu kesehatan
duduk terus menerus didepan komputer selama berjam-jam jelas menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.
Permainan game online bagi kalangan pelajar tingkat pertama hingga menengah bahkan anak-anak TK bukanlah hal yang asing lagi di zaman sekarang ini. Banyak fakta yang kita jumpai, dengan pergi survey ke warnet-warnet maka tidak jarang kita menemukan kalangan remaja bahkan anak-anak yang sedang main game online. Dari berbagai warnet yang bisa ditemui di sekitar Jakarta, hampir mayoritas ada pukul 07.00 sampai pukul 12.00 depenuhi oleh anak – anak dengan pakaian seragam sekolah yang sedang bermain game online.
Apa yang dilakukan pelajar tersebut terkadang tanpa diketahui oleh orang tua mereka, ada saja alasan mereka untuk meyakinkan orang tua nya, entah itu belajar di rumah teman, atau ada acara sekolah. Dalam hal ini seharusnya para orang tua harus lebih memperhatikan lagi anak – anak mereka, paling tidak mengetahui kemana mereka setelah pulang sekolah.
Peran orang tua dan lingkungan sekitar adalah factor penentu dari pengaruh remaja dalam bermain game online. Dengan adanya dukungan/pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar, setidaknya bisa mengurangi dampak dan pengaruh dari game online ini. Sehingga generasi penerus ini tidak terhanyut dalam perkembangan teknologi yang nantinya bisa merusak masa depan mereka, bahkan bangsa kita ini.


Sumber:
http://www.kompasiana.com/fikrifighter/fenomena-game-online-di-indonesia_550d5fe3813311582cb1e304
https://fharyhadiyan.wordpress.com/2013/01/16/pengaruh-positif-dan-negatif-game-online/

Seks Dalam Internet

Seiring dengan perkembangan jaman saat ini juga sering ditemukan fenomena tindakan pornografi di internet. Sebenarnya tindakan pornografi banyak ditemui dengan mudah dari berbagai media massa yang ada di indonesia, namun dengan adanya internet maka, hal ini mempermudah banyaknya tindakan pornografi yang dilakukan di internet. Hal ini makin diperparah dengan minimnya pengawasan dari orangtua atau orang dewasa sehingga, anak-anak dapat dengan leluasa dan dengan mudah mengakses situs-situs sosial pornografi yang ada di internet.
Para psikolog dan ahli ilmu-ilmu sosial lainnya telah lama menaruh perhatian pada dampak yang ditimbulkan oleh situs-situs porno atau sering disebut juga sebagai "CYBERSEX".
Menurut Leiblum (1997) dalam  Journal of Sex Education and Therapy  berjudul Sex and the net: Clinical implications, situs porno merupakan sarana ekspresi seksual yang memiliki rentangan secara kontinum dari sekedar rasa ingin tahu sampai pada perilaku obsesif. Bagi individu yang memerlukan terapi seksual,  media seksual on-line seringkali dianggap dapat mengakomodasi  hal-hal  yang berhubungan dengan isolasi sosial dan ketidakbahagiaan dalam hidup.  Lieblum membedakan 3 (tiga) karakter klinis dari para pengakses situs porno. Ketiga profil tersebut adalah:
1.  Loners, dimana seseorang (user) menganggap bahwa situs porno dapat menjadi alat untuk mengakomodasi masalah-masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup.
2.    Partners, dimana situs porno dianggap sebagai bagian dari pasangan hidup si user. Ketika user mengalami masalah dia dapat mencari solusi melalui situs porno
3.   Paraphilics, dimana seseorang tergantung pada situs porno untuk memberikan stimulasi dan kepuasan seksual.

Penyebab adiksi/kecanduan cybersex antara lain:
1. Aksesibilitas
Saat ini fasilitas internet telah dapat diakses dengan sangat mudah. Dalam arti dapat dikonsumsi secara publik dari berbagai golongan sosial tanpa memandang usia, pekerjaan, jenis kelamin, dll.
2. Isolasi
Cybersex menawarkan kesempatan seseorang untuk terpisah dari orang lain, dan lebih jauh lagi untuk terperosok lebih jauh lagi dalam hal fantasi seksualnya tanpa takut tertular penyakit, kehamilan tak diinginkan, dll.
3. Anonim
Kondisi para pelaku cybersex yang anonim ini membuatnya lebih kecanduan menggunakan internet sebagai fasilitas pemuas hasrat seksual. Cybersex menawarkan anonimitas, dimana pelakunya tidak perlu takut dikenali masyarakat bila mengunjungi prostitusi, mengunjungisex shop, striptease club, dll. Dan identitas di dunia maya pun dapat dikaburkan.
4. Terjangkau
Saat ini, fasilitas cybersex sangat terjangkau, dan internet juga cukup murah. Fasilitas chatting gratis, begitu pula materi-materi porno yang terkandung dalam berbagai situs porno juga banyak yang dapat dilihat tanpa biaya hingga dapat di-download dengan cepat. Tentu saja dibandingkan dengan jasa prostitusi yang berbayar dan berisiko tertular penyakit.
5. Fantasi
Cybersex juga menawarkan bagi pelakunya untuk berfantasi secara bebas dimana mungkin fantasinya itu bertentangan dengan norma masyarakat. Termasuk didalamnya adalah menentukan kriteria fisik lawan jenis yang diinginkan, skenario chat sex yang akan dinikmati, dll.
Berikut tanda-tanda seseorang yang telah kecanduan seks via internet, seperti dilansir dari onlymyhealth, antara lain:
1.   Menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat hal-hal yang berbau porno di internet, seperti video atau foto-foto porno.
2.  Orang kecanduan seks via internet selalu melibatkan diri dalam obrolan seks online. Hal ini merupakan cara untuk menikmati fantasi seksual sehingga melupakan aktivitas lainnya karena terlaru larut obrolannya.
3.   Akan berperilaku menjengkelkan jika tidak dapat mengakses internet. Bagi orang yang sudah kecanduan seks via internet tidak akan bersikap normal jika tidak menyalurkan keinginan seksualnya dengan berselancar di dunia maya.
4.  Orang yang telah kecanduan seks via internet akan merasa berkurangnya keintiman seksual dan kesenangan dalam kehidupan nyata. Orang tersebut akan membandingkan kehidupan nyata dengan kehidupan seks virtual yang membuatnya lebih puas.
5.    Selalu berfantasi tentang seks.
6. Bersikap defensif ketika orang lain memberitahu bahwa dirinya telah menghabiskan waktu berjam-jam di internet. Orang yang telah kecanduan seks via internet selalu takut tertangkap basah oleh orang lain ketika sedang menyalurkan hasrat seksualnya dan membuatnya bersikap skeptis.
7. Selalu merasa bersalah tetapi tidak dapat mengendalikan keinginannya untuk berselancar di dunia maya.
8.  Rela menghabiskan banyak uang untuk mengakses situs-situs porno yang berbayar.
Dampak Negatif
Tidak bisa dipungkiri internet adalah salah satu penemuan besar abad ini yang mengubah cara orang hidup. Teknologi ini mempermudah pekerjaan dan interaksi sesama manusia. Tapi seperti halnya segala sesuatu, internet juga memiliki wajah buruk atau dampak negatif yang berbahaya.
Bahaya cyber sex akan dirasakan langsung oleh pelaku dan berdampak langsung pada kehidupan sosialnya. Jika pelaku telah menikah, melakukan cyber sex dengan orang lain dapat membahayakan pernikahannya. Berikut ini beberapa dampak negatif melakukan cyber sex yang perlu anda ketahui:
1. Kecanduan Cyber Sex
Salah satu bahaya cyber sex adalah kecanduan dan ini adalah salah satu gangguan jiwa dimana penderita mengalami ketergantungan dengan internet untuk melepaskan syahwatnya. Dan seperti halnya jenis kecanduan lain, kecanduan cyber sex tentu akan berdampak buruk bagi diri penderita dan kehidupan sosialnya.
Salah satu ciri utama kecanduan cyber sex adalah pelaku tidak lagi atau tidak bergairah melakukan hubungan seks secara nyata dan hanya bisa terpuaskan jika melakukanya di internet. Kondisi ini adalah masalah psikoseksual yang biasanya terjadi akibat trauma seks di masa lalu.
Sebuah penelitian dilakukan oleh Greenfield dan ditemukan bahwa rata-rata penderita kecanduan cyber sex adalah pria dengan usia antara 25 sampai 55 tahun. Mereka sebagian besar memiliki pendidikan tinggi dan berpenghasilan di atas rata-rata.
2. Perselingkuhan
Bahaya cyber sex yang kedua adalah dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Kimberley Young, seorang psikolog di Amerika Serikat mengatakan bahwa perkawinan yang telah berusia 20 tahun bisa bubar gara-gara empat bulan melakukan cyber sex, berselingkuh melalui internet. Hal ini dibuktikan dengan data jumlah pasangan yang bercerai akibat perselingkuhan di internet yang sangat banyak.
Banyak suami atau istri yang tidak puas dengan kehidupan seksualnya, mereka kemudian mencoba mencari pasangan seks dan melakukan cyber sex di internet. Mereka memilih cara ini dengan alasan lebih aman, tidak saling mengenal, tidak ada interaksi emosional, terhindar dari penyakit, dan tidak mungkin hamil.
Melakukan cyber sex bukan dengan pasangan yang sah tentu saja tergolong perselingkuhan, dan seperti halnya perselingkuhan di dunia nyata, dampaknya bisa menyebabkan perceraian.
3. Menyebabkan gangguan seksual
Bahaya cyber sex yang terakhir adalah terjadinya gangguan seksual seperti disfungsi ereksi pada pria. Stimulasi seks terbagi dua yaitu fisik dan mental. Contoh stimulasi fisik adalah ciuman, rabaan, pelukan dan melakukan penetrasi seks. Sementara stimulasi mental adalah pikiran erotis yang membangkitkan gairah seks. Menonton film porno dan cyber sex tergolong stimulasi mental karena pelibatan pikiran yang dominan.
Padahal seks yang normal adalah melakukannya dengan lawan jenis secara langsung. Kata-kata erotis di layar komputer, foto atau video lawan chating yang merangsang ditambah desahan yang membangkitkan gairah, tidak bisa mengalahkan nikmatnya berciuman, meraba, memeluk dan melakukan penetrasi yang nyata dengan lawan jenis.
Cyber sex ibaratnya melakukan seks tanpa penetrasi dan hanya melibatkan emosi. Dan ditulah letak bahaya cyber sex karena bisa menimbulkan gangguan seksual. Pria yang terlalu sering melakukan cyber sex bisa mengalami disfungsi ereksi. Karena telah terbiasa merangsang diri dengan khayalan maka sistem syaraf tidak merespon dengan baik ketika ada rangsangan yang nyata dari lawan jenis, akibatnya penis tidak bisa berdiri dengan keras.
Demikian beberapa bahaya cyber sex yang perlu anda ketahui terutama jika dilakukan bukan dengan pasangan yang sah dan telah menyebabkan kecanduan. Gunakan internet dengan bijak dan hindari perilaku negatif selama berselancar di dunia maya.

Sumber:

Rabu, 19 Oktober 2016

Plagiat Dalam Internet

Pengertian Plagiat
Menurut wikipedia Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Beberapa ahli menyampaikan pendapatnya mengenai arti kata plagiarism, Steven Dowshen (2011) berpendapat bahwa “Plagiarism is a form of cheating, but it’s a little complicated so a kid might do it without understanding that it’s wrong”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti plagiarisme adalah salah satu bentuk kecurangan, tetapi hal tersebut agak rumit sehingga anak-anak bisa melakukannya tanpa memahami bahwa hal tersebut sebenarnya salah. Rumit yang disampaikan oleh Dowshen tersebut bisa dikaitkan dengan keinginan anak-anak agar terlihat bisa dimata guru lebih penting. Hal tersebut mendorong anak untuk melakukan kegiatan plagiarism.
Lalu Purwani Istiana & Purwoko (2013) dalam artikelnya menuliskan bahwa menurut kamus besar Bahasa Indonesia “Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri”. Jadi, boleh dibilang plagiat adalah suatu kejahatan mencuri karya orang lain.
Denny Saptono (2013) jdalam blog nya juga menyampaikan opininya bahwa; “Plagiarisme merupakan tindakan menjiplak, mencuri atau mengambil ide, hasil karya atau tulisan orang lain, baik seluruh, sebagian besar maupun sebagian kecil, untuk jadi ide atau karya tulisan sendiri tanpa menyebutkan nama penulis dan sumber aslinya”. Opini tersebut mempertegas mengenai kegiatan yang dilakukan oleh para plagiat untuk melakukan aksinya.
“Plagiarisme didefinisikan sebagai kegiatan menjiplak atau mereproduksi karya ilmiah dengan cara meringkas, meng-copy-pasting, atau paraphrasing (mengambil ide inti suatu karya lalu dinarasikan dalam bentuk berbeda tanpa menyebutkan sumbernya dan tanpa sepengetahuan pemilik ide aslinya. Ini ditujukan untuk memberi kesan kepada penilai/pembaca bahwa karya tersebut adalah murni karyanya sendiri, meskipun sebenarnya dibangun atas ide dan metodologi milik orang lain”.
Dari beberapa penjelasan mengenai makna dari plagiarism di atas dapat disimpulkan bahwa plagiarism adalah salah satu tindakan kriminal dengan cara mengakui karya orang lain menjadi karya kita baik sebagian besar atau kecil. Bentuk plagiarism bermacam-macam yaitu adalah memproduksi, meringkas, meng-copy-pasting, memparaphrasing, dll.
Yang digolongkan sebagai plagiarisme:
·         menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
·         mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya
Yang tidak tergolong plagiarisme:
·         menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
·         menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
·         mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Faktor Tindak Plagiat
Beberapa faktor yang menyebabkan tindak plagiat masih terjadi di kalanagan mahasiswa adalah:
Kurangnya pengetahuan tentang aturan penulisan karya ilmiah.
Mahasiswa seringkali di berikan banyak tugas oleh dosen. Di dalam membuat tugas yang di berikan oleh dosen, sebagian  mahasiswa belum  mengerti tentang bagaimana tata cara membuat karya ilmiah. Oleh sebab itulah  sangat penting untuk memahami tata cara penulisan yang baik dan benar.
Penyalahgunaan teknologi
Di dalam erang yang serba modern, banyak sekali kita mendapatkan  sebuah informasi. Entah itu melalui medai cetak maupun media elektronik. Akan tetapi banyak  mahasiswa yang menggunakan teknologi sebagai bahan referensinya, internet adalah  salah  satu  contoh yang sering di gunakan oleh mahasiswa untuk bahan referensi. Akan  tetapi mahasiswa sering tidak mencantumkan sumber yang mereka peroleh ke dalam tugasnya.  
 Malas.
Sifat  malas  pasti ada pada dalam diri seorang  manusia, begitupun seorang mahasiswa pasti mempunyai sifat malas. Karena dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen sehingga mereka mengambil jalan pintas dengan  copy-paste karya seseorang  dengan  tidak  mencantumkan darimana sumber yang mereka dapatkan.
 Tidak percaya diri
Mahasiswa sangat berbeda sekali dengan  seorang  siswa. Seringkali mereka tidak percaya diri akan pikiran-pikiran yang mereka keluarkan. Bahkan mereka beranggapan karya orang  orang lain di anggap lebih sempurna dari pada karyanya sendiri. Tetapi  tiu belum pasti benar. Yang harus di tanamkan di dalam diri setiap mahasiswa adalah  kepercayaan diri.
Hanya menginginkan nilai bagus.
Bayak mahasiswa yang kuliah hanya untuk mendapatkan gelar saja. Mereka tidak dapat mengembangkan pola fikirnya. Sehingga mereka berfikiran sempit dengan beranggapan kuliah  hanya untuk mendapat nilai bagus. Sehingga mereka mengambil jalan pintas untuk mendat nilai bagus dari dosen. 
Sanksi belum ditegakkan secara tegas.
Di Indonesia sudah  terdapat perlindungan  terhadap hasil karya seseorang. Akan tetapi hukum yang sudah ada belum secara maksimal di tegakkan. Sehingga tindak plagiat masih terjadi di kalangan mahasiswa. Bahkan tidak dapat di bedakan antara kaya yang asli dengan karya jiplakkan. Karena ahlinya seorang  plagiator.

Upaya Untuk Mengurangi Tindak Plagiat
Ditinjau dari faktor-faktor  yang  telah diuraikan diatas, penyebabkan plagiat tetap berlangsung di kalangan mahasiswa, ada beberapa upaya yang harus di lakukan oleh mahasiswa untuk mengurangi plagiat ialah sebagai berikut:
Mempelajari tata cara penulisan karya ilmiah.
Di dalam kehidupan  sebagai mahasiswa kita harus selalu membaca. Kita pasti mendapatkan buku panduan untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah. Sehingga kita baca dan pahami bagaimana tatacara dalam  membuat sebuah karya tulis ilmiah.

Tindakan yang tegas bagi para plagiator.
Hukum harus bertidak tegas terhadap para plagiator. Jangan  pandang bulu. Sehingga dalam penegakan hukum dapat berjalan  dengan  lancar dan membuat jera para plagiator.

Menanamkan moral  anti plagiat dalam diri sendiri.
Penanaman  moral anti plagiat sangat penting sekali. Mereka harus percaya diri dalam mengerjakan tugas. Bukan nilai yang baik dalam mengerjakn tugas, tetapi ilmu yang bermanfaatlah yang kita cari. Sehingga terdi sifat menghargai antar karya seseorang.

Elemen Plagiat :
Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme.:
a. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
b. Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
c. Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
d. Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
e. Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
f. Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
g. Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Sejarah munculnya Plagiat dalam Internet :
a.         Jenis-jenis plagiat :

Menurut petunjuk teknis pencegahan plagiat UPI yang mengutip dari http://www.u.arizona.edu/~rlo/482/plagiarism.pdf tiga jenis tindakan plagiat :
– Menggunakan kata-kata orang lain secara persis tanpa membubuhkan tanda kutip beserta rujukannya.

–          Menggunakan kata-kata orang lain, tetapi mengubah beberapa di antara kata-kata itu atau menyusunnya kembali walaupun sumbernya disebutkan.
–          Meringkas atau memarafrase kata-kata orang lain tanpa mencantumkan rujukannya.

Sementara itu, Barnbaum (n.d) dari Valdosta State University, menggolongkan plagiat menjadi lima jenis, yaitu:
–          “Copy-paste”, dalam arti mengambil kalimat atau frase orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan sumbernya.

–          “Word-switch”, mengambil kalimat atau frase orang lain dengan mengubah struktur kalimat atau kosakatanya.

–          “Style”, dalam arti mengikuti artikel sumber kata demi kata dan kalimat demi kalimat.

–          “Metafora”, dalam arti menggunakan metafora orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.

–          “Gagasan”, dalam arti mengambil gagasan, pikiran atau pendapat orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.

Ireton (n.d) melihat tindakan plagiat dari sudut pandang berbeda. Sarjana itu menggolongkan plagiat menjadi;
–          Plagiat kata-kata, yaitu menggunakan kata-kata orang lain sama persis tanpa menyebutkan sumbernya,

–          Plagiat struktur, yaitu menggunakan kata-kata orang lain dengan mengubah konstruksi kalimat, pilihan kata walaupun dengan memberikan rujukan,

–          Plagiat gagasan, yaitu menyajikan gagasan orang lain dengan bahasa sendiri tanpa menyebutkan sumbernya,

–          Plagiat kepenulisan, yaitu mengumpulkan replika atau tiruan karya orang lain atau mengumpulkan artikel yang diperoleh dari Internet atau dari teman.

–          Autoplagiat, yaitu menggunakan tugas yang sama untuk dua mata kuliah yang berbeda atau mengambil pikiran sendiri yang telah dikemukakan dalam naskah yang telah diterbitkan tanpa menyebutkan sumbernya

b. Penyebab melakukan plagiat
Insley (2011 p. 185) memberikan penjelasan yang lebih kongkrit. Menurut sarjana itu, plagiat kebanyakan terjadi karena para pelaku :
o   Tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan kutipan dan parafrase dan bagaimana mengutip secara benar,
o   Menunda tugas hingga detik-detik terakhir,
o   Menganggap bahwa melakukan plagiat merupakan cara tercepat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya,
o   Merasa yakin bahwa orang lain tidak akan mendeteksi apa yang dilakukannya.
o   Tidak punya cukup waktu untuk mengerjakan tugas karena lemahnya pengelolaan waktu.
o   Merasa tertekan untuk mendapatkan hasil yang baik dalam sebuah mata kuliah atau karir.


Isu-isu global yang berkaitan dengan plagiat dalam internet

Kasus plagiat juga diberitakan terjadi di salah satu universitas terbesar di Makassar di mana sejumlah dosen yang mengusulkan jabatan Guru Besar, karya ilmiah dalam bentuk jurnal Internasional dari luar negeri tapi setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi tempat di mana jurnal itu terbit, dikabrkan ternyata ada indikasi bahwa lokasi penerbitan jurnal itu fiktif. Akibatnya Dijtjen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan sangsi administratif Kolektif berupa tindakan semacam kebijakan moratorium penundaan/penghentian sementara usulan guru besar dari univerisitas yang bersangkutan. Beberapa tahun lalu ketika kebijakan terkahir Kementrian Pendidikan yang masih memberikan kesempatan terkahir untuk tenaga akademisi yang masih bergelar S2 untuk mengusul ke pangkat Guru Besar, puluhan dosen pengusul Guru besar terindikasi memiliki karya ilmiah yang merupakan hasil plagiat. Kasus plagiat yang banyak terjadi berupa Jurnal Fiktif (Jurnal Bodong) yang mana setelah di cek kantor penerbit jurnal tersebut di luar negri Fiktif. Ada juga kasus scan karya ilmiah orang lain dan diganti dengan nama dan identitas si plagiator alligator


Kesimpulan
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya plagiat-plagiat di Indonesia, beberapa faktor ini mungkin adalah faktor yang paling utama makin maraknya perbuatan menjiplak suatu karya yang dibuat oleh orang lain atau yang biasa dikenal plagiat. Faktor yang pertama dari lemahnya penindakan dan pencegahan serta masih kurangnya publikasi atau penyebaran informasi tentang bahaya dari perbuatan plagiat tersebut oleh pemerintah kepada masyarakat. Penindakan dan pencegahan yang dilakukan oleh aparat-aparat penegak hukum terhadap plagiator harus dilakukan dengan penuh keseriusan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negeri ini agar dapat mengurangi serta menghapus tindakan plagiat tersebut. Faktor kedua, masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan adanya tindakan plagiat, masyarakat di Indonesia cenderung masih permisif dan kurang responsif dengan tindakan yang dilakukan oleh para plagiator. Perbuatan menjiplak karya orang lain tanpa seizinnya atau yang biasa dikenal dengan plagiat masih dianggap sebagai suatu tindakan yang spele dan sudah jelas melanggar ketentuan yang berlaku di negara ini. Keadaan permisif ini yang akan makin memperbanyak adanya plagiator-plagiator di Indonesia yang hasilnya tidak bisa dipertanggung jawabkan ke absahannya. Banyak pihak yang akan dirugikan dengan adanya perbuatan plagiat tersebut. Menurut saya solusinya yaitu semua tindakan yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di negara ini termasuk plagiat bisa dikurangi dan dihapuskan jika pemerintah serius dalam memberikan perlindungan terhadap tiap-tiap warganya. Dan masyarakat yang merasa dirugikan dan telah menjadi korban dari plagiator tersebut sebaiknya melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
Upaya untuk mengurangi tindak plagiat yaitu, mempelajari tata cara penulisan karya ilmiah, timgiatordakan yang tegas bagi para plagiator, menanamkan moral anti plagiat dalam diri sendiri.

Sumber:
http://kun.ilearning.me/2015/06/14/pemahaman-mengenai-plagiat/
http://niasonline.net/2008/07/15/plagiarisme/
https://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
https://anisaaoctavia.wordpress.com/2013/12/29/penjelasan-mengenai-plagiat/

Rabu, 29 Juni 2016

Pokok Penting Matematika Kaitannya dengan Kegiatan Penelitian dan Psikologi Terapan

Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Paramatematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksiyang ketat diturunkan dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.
Terjadi perdebatan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik sudah ada di semesta, jadi ditemukan, atau ciptaan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting". Namun, walau matematika pada kenyataannya sangat bermanfaat bagi kehidupan, perkembangan sains dan teknologi, sampai upaya melestarikan alam, matematika hidup di alam gagasan, bukan di realita atau kenyataan. Dengan tepat, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan. Makna dari "Matematika tak merujuk kepada kenyataan" menyampaikan pesan bahwa gagasan matematika itu ideal dan steril atau terhindar dari pengaruh manusia. Uniknya, kebebasannya dari kenyataan dan pengaruh manusia ini nantinya justru memungkinkan penyimpulan pernyataan bahwa semesta ini merupakan sebuah struktur matematika, menurut Max Tegmark. Jika kita percaya bahwa realita di luar semesta ini haruslah bebas dari pengaruh manusia, maka harus struktur matematika lah semesta itu.
Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis mewujud dalam kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi matematika yang ketat pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen.
Matematika selalu berkembang, misalnya di Tiongkok pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik,kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan.
Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri. Mereka berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam pikirannya, walaupun belum diketahui penerapannya. Namun, kenyataannya banyak sekali gagasan matematika yang sangat abstrak dan tadinya tak diketahui relevansinya dengan kehidupan, mendadak ditemukan penerapannya. Pengembangan matematika (murni) dapat mendahului atau didahului kebutuhannya dalam kehidupan. Penerapan praktis gagasan matematika yang menjadi latar munculnya matematika murni seringkali ditemukan kemudian.

Sumber:

Summary Kegiatan Perkembangan Softskill "Kunjungan Lapangan SLB BCD Nusantara"


Kamis, 28 Mei  2016 Saya dan teman sekelompok saya berkunjungan ke SLB BCD Nusantara yang berlokasi di Depok untuk melakukan observasi dan wawancara mengenai tugas  Psikologi Pendidikan.
Adapun tujuan observasi dan wawancara tersebut sebagai berikut:
1.    Memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Psikologi Pendidikan
2.    Memperoleh pengetahuan tentang sistem pembelajaran di Sekolah Luar Biasa
3.    Memperoleh pengetahuan tentang perbedaan Anak berkebutuhan khusus

BERIKUT BEBERAPA DAFTAR PERTANYAAN YANG DIAJUKAN BESERTA JAWABANNYA
1)      Sejarah Awal Berdirinya SLB BCD Nusantara?
SLB BCD Nusantara ini awalnya ingin berbagi kepada anak anak khusus. Pada saat itu ada 8 alumni SGPLB datang ke bapak sujuno untuk mengajar, karena senang mengajar. Lalu di bukalah di Depok dan di Jakarta. Di depok awalnya ada di jalan kembang dan di Jakarta di jalan kelinci kambing. Kemudian di Depok pindah ke tanah merah dan di Jakarta pindah ke jalan smp 12, itu awalnya. Dan kenapa namanya SLB BCD Nusantara, karena melayani 3 ke khususan, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa. Dalam perjalanannya berkembang tuna netra, autis, downsyndrom dapat diterima. Dasarnya karena mereka itu manusia sama dengan kita ialah makhluk sosial.

2)      Berapa Jumlah Pengajar Sampai Saat Ini?
Sekarang total perngajar dan instruktur ada 40 orang. Kemudian sekolahnya berkembang dari belum berasrama menjadi adanya berasrama. Menurut Diknas sekolah berasrama, menrut Kemensos ialah panti, karena panti ini juga menerima anak anak dari jalan. SLB ini sendiri berdiri sejak tahun 1989.

3)      Kurikulum Apa yang Dipakai?
Kurikulum akhir akhir ini pemerintah membuat kurikulum nasional. Kurikulum nasional diberikan kepada anak anak sesuai dengan kemampuan. Katakannlah kalau tuna netra, rungu, daksa ketika berbicara kemampuan itu mereka tidak berbeda dengan anak anak umum mereka bisa mengikuti ujian negara. Tetapi ada anak anak yang tidak bisa ikut ujian negara, seperti anak tuna grahita, autis, downsyndrom. Mereka hanya ujian sekolah, jenjangnya dari tkslb-sdlb-smplb-smalb. Lalu, disini di bcd nusantara mencoba membuka layanan pendidikan D1 D2 D3, karena ada pertanyaan dari alumni smalb ini kepada orang tuanya karena ingin kuliah, maka dibukalah D1 D2 D3 khsus komputer ataupun keterampilan yang kampusnya berada disini juga.

4)      Apakah Ada Bantuan dari Pemerintah?
Bantuan pemerintah itu ada, contohnya ada beasiswa anak anak sekolah. kemudian ada bantuan opresional sekolah sesuai dengan kemampuan pemerintah. Dari diknasnya, dari kemsosnya berarti berbicara panti itu ada biaya makan, biaya makan itu satu anak satu hari 3ribu rupiah.

5)      Prestasi Apa yang Pernah Diraih?
Dibidang olahraga ada, namanya Aditya dulu dia rungu bicara. Dia prestasi dibidang bulu tangkis dan terakhir main di Hongkong sesama tuna rungu. Ketika main di luar negri itu dia merasa minder dengan poster tubuh dari pemain luar negri. Dia sekarang sudah bekerja dan sudah ingin menikah. Aditya itu diboarding dari usia 7 tahun.

6)      Anak – Anak yang Seperti Apa yang Diberlakukan Secara Khusus?
Kalau berbicara itu, ada 3 klasifikasi anak. Yang perlu rawat, mampu latih, mampu didik. Yang perlu rawat ini yang membutuhkan perlukan khusus.

7)      Sejak Kapan Sekolah ini Membuka Asrama?
Kalau itu ada sejarahnya, waktu Bapak pulang kerja, ada anak sedang makan ditempat sampah dan saya hampiri dan saya tanya. Ternyata anak ini anak downsyndrom kemudian saya tanya kepada warga disana kalau tidak ada yang mengaku keluarga dan tidak peduli, bolehkah saya bawa anak ini. Dan dari situ mulailah membuka berasrama.
8)      Masalah Apa Saja yang Pernah Dialami di SLB BCD Nusantara?
Masalah pada anak anak ini kan sudah bermasalah, baik pada kognisinya, kepribadiannya, keterampilannya, bakat dan minta. Muncul lah untuk kita latih. Seperti anak tuna netra ada latihan latihan khusus kemudian bisa tampil di depan umum. Ya caranya berupa latihan latihan. Masalah masalah yang menyakut sdm dan ekonomi juga ada tapi wajarlah ada masanya turun naik dan keluar masuk, pasang surut, gak jadi masalah. Yang penting lembaga ini berjalan dan mau berbagai.

9)      Bagaimana Jadwal Pembelajarannya?
Pembelajrannya khususnya akademis itu dari hari senin samapi jumat. Sabtu minggu ada tetapi tentang lingkungan sekitar, seperti cara membersihkan kamar, tempat tidur, toilet, halaman sekolah, dan berolahraga dan belajar kebersihan untuk dirinya sendiri.
MENGANALISIS PERMASALAHAN
            Masalah yang terdapat di SLB BCD Nusantara ini pada umumnya lebih kepada aspek kognisi, kepribadian, keterampilan, bahkan bakat dan minat dari setiap anak berkebutuhan khusus. Namun, selain itu terdapat juga masalah dari sumber daya manusia dan ekonomi yang setiap tahunnya terdapat perubahan.
            Karena di SLB BCD Nusantara ini mempunyai beragam anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, autis, dan down syndrome maka terdapat juga kognisi dari setiap anak yang berbeda, keterampilan yang berbeda, bahkan bakat dan minat yang berbeda pula. Masalah ini bisa kita kaitkan dengan masalah sumber daya manusia yang terdapat disekolah tersebut. Sumber daya manusia disini bukan hanya kepada anak – anaknya, melainkan kepada pengajar, pengurus, atau karyawan yang berada di sana. Karena seharusnya semakin banyak anak – anak berkebutuhan khusus yang sekolah di sana semakin banyak pula pengajar, pengurus dan karyawan yang berada disana, agar sistem pengajar yang di terapkan disana jauh lebih maksimal.
            Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan kognisi pada anak, yaitu sebaiknya para pengajar SLB BCD Nusantara lebih meningkatkan pelatihan dan pengalaman ataupun interaksi sosial yang intensif. Contohnya seperti pada Fikar dan Salsa yang dua duanya mengidap tunanetra, mereka mempunyai kemampuan bakat dan minat dalam bidang seni yaitu menyanyi yang akhirnya dilatih terus menerus hingga sudah terbiasa tampil diberbagai acara. Itu salah satu bentuk contoh pelatihan dan pengalaman dalam aspek kognisi.
            Selain aspek kognisi, terdapat juga aspek kepribadian yang menjadi salah satu masalah di SLB BCD Nusantara. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. Contohnya ialah kepribadian anak anak yang tadi disebutkan oleh Bapak Sujono, yaitu anak yang perlu dilatih, di didik, dan di dirawat. Dari ketiga kategori tersebut dapat dilihat bahwa anak yang perlu di rawat adalah anak yang mempunyai kepribadiaan yang sulit. Karena anak yang perlu dirawat itu masih sangat membutuhkan pelayanan yang khusus dari pengajar atau pengurus yang selalu mengurusinya, seperti halnya untuk makan, berpakaian ataupun untuk kehidupan dirinya sendiri dan anak yang perlu dirawat ini untuk kearah kemandirian yang optimal itu tidak mungkin dan akan terus dilayani sepanjang hayatnya. Dengan begitu terlihat bahwa kepribadiannya kurang karena kurangnya karakter pada anak tersebut, temperamen, sikap, dan pembiasaan. Solusi menurut kami, dengan salah satunya diberikan layanan khusus dengan ditambahnya pengajar pada anak yang perlu rawat agar setidaknya anak tersebut dapat mengerti dan memhami lebih cepat dan dibutuhkannya lingkungan yang baik agar timbulnya sosialisasi yang baik pula terhadap kepribadian anak tersebut. Karena dengan adanya sosialisasi yang baik maka akan baik pula sikap dari si anak tersebut seperti temperamennya.
            Adanya juga dari aspek keterampilan dan bakat minat. Contohnya seperti Fikar dan Salsa ataupun Aditya yang masing masing dari mereka mempunyai bakat dan minat yang berbeda. Aditya di bidang olahraga dan Salsa Fikar di bidang seni. Sejauh ini yang kami lihat di SLB BCD Nusantara sendiri selalu men support anak anak berkebutuhan khusus dalam menjalani bakat dan minatnya. Akan tetapi, menurut kami kurangnya pelatih yang membimbing mereka dengan intensif dan fasilitas atau sarana yang kurang memadai. Jadi menurut kami, perlu ditambahnya pelatih agar anak anak tersebut dapat dengan cepat dan tepat mendapatkan pendidikan non akademik tersebut dan juga sarana yang cukup.

Jadi kesimpulan serta kritik dan saran yang saya dapatkan dari wawancara tersebut yaitu:
    Tidak hanya anak normal yang membutuhkan pendidikan, akan tetapi anak berkelainan atau anak luar biasa juga perlu memperoleh pelayanan pendidikan yang disesuaikan. Anak luar biasa merupakan anak yang tingkat perkembangannya menyimpang dari tingkat perkembangan anak sebayanya dalam aspek fisik, mental, sosial, dan emosional.
Sekolah SLB BCD Nusantara ini juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur sekolah ber-asrama yang efektif, efisien, dan professional, mengembagkan wawasan keunggulan kreatif dan inovatif dibidang pendidikan.
Kritik dan Saran :
1. Sebaiknya, SLB BCD Nusantara menambah fasilitas yang memadai untuk
mendukung proses belajar mengajar dikelas.
2.  Sebaiknya, menambah dan memperbaiki sarana dan prasarana untuk SLB BCD Nusantara.
3.  Sebaiknya, menambah pengajar ataupun karyawan karna SLB BCD Nusantara
sangat membutuhkan pengajar dan karyawan untuk memenuhi kebutuhan sekolah  

 tersebut.