Kamis, 28 Mei 2016 Saya dan teman sekelompok saya berkunjungan
ke SLB BCD Nusantara yang berlokasi di Depok untuk melakukan observasi dan
wawancara mengenai tugas Psikologi
Pendidikan.
Adapun tujuan observasi dan wawancara tersebut
sebagai berikut:
1. Memenuhi
salah satu tugas dari mata kuliah Psikologi Pendidikan
2. Memperoleh
pengetahuan tentang sistem pembelajaran di Sekolah Luar Biasa
3.
Memperoleh pengetahuan tentang perbedaan
Anak berkebutuhan khusus
BERIKUT BEBERAPA
DAFTAR PERTANYAAN YANG DIAJUKAN BESERTA JAWABANNYA
1)
Sejarah Awal Berdirinya SLB BCD Nusantara?
SLB BCD
Nusantara ini awalnya ingin berbagi kepada anak anak khusus. Pada saat itu ada
8 alumni SGPLB datang ke bapak sujuno untuk mengajar, karena senang mengajar.
Lalu di bukalah di Depok dan di Jakarta. Di depok awalnya ada di jalan kembang
dan di Jakarta di jalan kelinci kambing. Kemudian di Depok pindah ke tanah
merah dan di Jakarta pindah ke jalan smp 12, itu awalnya. Dan kenapa namanya
SLB BCD Nusantara, karena melayani 3 ke khususan, tuna rungu, tuna grahita,
tuna daksa. Dalam perjalanannya berkembang tuna netra, autis, downsyndrom dapat diterima. Dasarnya karena mereka itu manusia
sama dengan kita ialah makhluk sosial.
2)
Berapa Jumlah Pengajar Sampai Saat Ini?
Sekarang total
perngajar dan instruktur ada 40 orang. Kemudian sekolahnya berkembang dari
belum berasrama menjadi adanya berasrama. Menurut Diknas sekolah berasrama,
menrut Kemensos ialah panti, karena panti ini juga menerima anak anak dari
jalan. SLB ini sendiri berdiri sejak tahun 1989.
3)
Kurikulum Apa yang Dipakai?
Kurikulum akhir
akhir ini pemerintah membuat kurikulum nasional. Kurikulum nasional diberikan
kepada anak anak sesuai dengan kemampuan. Katakannlah kalau tuna netra, rungu,
daksa ketika berbicara kemampuan itu mereka tidak berbeda dengan anak anak umum
mereka bisa mengikuti ujian negara. Tetapi ada anak anak yang tidak bisa ikut
ujian negara, seperti anak tuna grahita, autis, downsyndrom. Mereka hanya ujian sekolah, jenjangnya dari
tkslb-sdlb-smplb-smalb. Lalu, disini di bcd nusantara mencoba membuka layanan
pendidikan D1 D2 D3, karena ada pertanyaan dari alumni smalb ini kepada orang
tuanya karena ingin kuliah, maka dibukalah D1 D2 D3 khsus komputer ataupun
keterampilan yang kampusnya berada disini juga.
4)
Apakah Ada Bantuan dari Pemerintah?
Bantuan
pemerintah itu ada, contohnya ada beasiswa anak anak sekolah. kemudian ada
bantuan opresional sekolah sesuai dengan kemampuan pemerintah. Dari diknasnya,
dari kemsosnya berarti berbicara panti itu ada biaya makan, biaya makan itu
satu anak satu hari 3ribu rupiah.
5)
Prestasi Apa yang Pernah Diraih?
Dibidang
olahraga ada, namanya Aditya dulu dia rungu bicara. Dia prestasi dibidang bulu
tangkis dan terakhir main di Hongkong sesama tuna rungu. Ketika main di luar
negri itu dia merasa minder dengan poster tubuh dari pemain luar negri. Dia
sekarang sudah bekerja dan sudah ingin menikah. Aditya itu diboarding dari usia
7 tahun.
6)
Anak – Anak yang Seperti Apa yang Diberlakukan
Secara Khusus?
Kalau berbicara itu,
ada 3 klasifikasi anak. Yang perlu rawat, mampu latih, mampu didik. Yang perlu
rawat ini yang membutuhkan perlukan khusus.
7)
Sejak Kapan Sekolah ini Membuka Asrama?
Kalau itu ada
sejarahnya, waktu Bapak pulang kerja, ada anak sedang makan ditempat sampah dan
saya hampiri dan saya tanya. Ternyata anak ini anak downsyndrom kemudian saya tanya kepada warga disana kalau tidak ada
yang mengaku keluarga dan tidak peduli, bolehkah saya bawa anak ini. Dan dari
situ mulailah membuka berasrama.
8)
Masalah Apa Saja yang Pernah Dialami di SLB BCD
Nusantara?
Masalah pada
anak anak ini kan sudah bermasalah, baik pada kognisinya, kepribadiannya,
keterampilannya, bakat dan minta. Muncul lah untuk kita latih. Seperti anak
tuna netra ada latihan latihan khusus kemudian bisa tampil di depan umum. Ya
caranya berupa latihan latihan. Masalah masalah yang menyakut sdm dan ekonomi
juga ada tapi wajarlah ada masanya turun naik dan keluar masuk, pasang surut,
gak jadi masalah. Yang penting lembaga ini berjalan dan mau berbagai.
9)
Bagaimana Jadwal Pembelajarannya?
Pembelajrannya
khususnya akademis itu dari hari senin samapi jumat. Sabtu minggu ada tetapi
tentang lingkungan sekitar, seperti cara membersihkan kamar, tempat tidur,
toilet, halaman sekolah, dan berolahraga dan belajar kebersihan untuk dirinya
sendiri.
MENGANALISIS PERMASALAHAN
Masalah
yang terdapat di SLB BCD Nusantara ini pada umumnya lebih kepada aspek kognisi,
kepribadian, keterampilan, bahkan bakat dan minat dari setiap anak berkebutuhan
khusus. Namun, selain itu terdapat juga masalah dari sumber daya manusia dan
ekonomi yang setiap tahunnya terdapat perubahan.
Karena
di SLB BCD Nusantara ini mempunyai beragam anak berkebutuhan khusus seperti
tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, autis, dan down syndrome maka
terdapat juga kognisi dari setiap anak yang berbeda, keterampilan yang berbeda,
bahkan bakat dan minat yang berbeda pula. Masalah ini bisa kita kaitkan dengan
masalah sumber daya manusia yang terdapat disekolah tersebut. Sumber daya
manusia disini bukan hanya kepada anak – anaknya, melainkan kepada pengajar,
pengurus, atau karyawan yang berada di sana. Karena seharusnya semakin banyak
anak – anak berkebutuhan khusus yang sekolah di sana semakin banyak pula
pengajar, pengurus dan karyawan yang berada disana, agar sistem pengajar yang
di terapkan disana jauh lebih maksimal.
Adapun faktor – faktor yang
mempengaruhi perkembangan kognisi pada anak, yaitu sebaiknya para pengajar SLB
BCD Nusantara lebih meningkatkan pelatihan dan pengalaman ataupun interaksi
sosial yang intensif. Contohnya seperti pada Fikar dan Salsa yang dua duanya
mengidap tunanetra, mereka mempunyai kemampuan bakat dan minat dalam bidang
seni yaitu menyanyi yang akhirnya dilatih terus menerus hingga sudah terbiasa
tampil diberbagai acara. Itu salah satu bentuk contoh pelatihan dan pengalaman
dalam aspek kognisi.
Selain aspek kognisi,
terdapat juga aspek kepribadian yang menjadi salah satu masalah di SLB BCD
Nusantara. Kata kunci dari
pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan
penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat
behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam
diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara
keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma)
lingkungan. Contohnya ialah kepribadian anak anak yang tadi disebutkan oleh
Bapak Sujono, yaitu anak yang perlu dilatih, di didik, dan di dirawat. Dari
ketiga kategori tersebut dapat dilihat bahwa anak yang perlu di rawat adalah
anak yang mempunyai kepribadiaan yang sulit. Karena anak yang perlu dirawat itu
masih sangat membutuhkan pelayanan yang khusus dari pengajar atau pengurus yang
selalu mengurusinya, seperti halnya untuk makan, berpakaian ataupun untuk
kehidupan dirinya sendiri dan anak yang perlu dirawat ini untuk kearah
kemandirian yang optimal itu tidak mungkin dan akan terus dilayani sepanjang
hayatnya. Dengan begitu terlihat bahwa kepribadiannya kurang karena kurangnya
karakter pada anak tersebut, temperamen, sikap, dan pembiasaan. Solusi menurut
kami, dengan salah satunya diberikan layanan khusus dengan ditambahnya pengajar
pada anak yang perlu rawat agar setidaknya anak tersebut dapat mengerti dan
memhami lebih cepat dan dibutuhkannya lingkungan yang baik agar timbulnya
sosialisasi yang baik pula terhadap kepribadian anak tersebut. Karena dengan
adanya sosialisasi yang baik maka akan baik pula sikap dari si anak tersebut
seperti temperamennya.
Adanya
juga dari aspek keterampilan dan bakat minat. Contohnya seperti Fikar dan Salsa
ataupun Aditya yang masing masing dari mereka mempunyai bakat dan minat yang
berbeda. Aditya di bidang olahraga dan Salsa Fikar di bidang seni. Sejauh ini
yang kami lihat di SLB BCD Nusantara sendiri selalu men support anak anak
berkebutuhan khusus dalam menjalani bakat dan minatnya. Akan tetapi, menurut
kami kurangnya pelatih yang membimbing mereka dengan intensif dan fasilitas
atau sarana yang kurang memadai. Jadi menurut kami, perlu ditambahnya pelatih
agar anak anak tersebut dapat dengan cepat dan tepat mendapatkan pendidikan non
akademik tersebut dan juga sarana yang cukup.
Jadi kesimpulan serta kritik dan saran yang saya dapatkan dari wawancara tersebut yaitu:
Jadi kesimpulan serta kritik dan saran yang saya dapatkan dari wawancara tersebut yaitu:
Tidak hanya anak normal
yang membutuhkan pendidikan, akan tetapi anak berkelainan atau anak luar biasa
juga perlu memperoleh pelayanan pendidikan yang disesuaikan. Anak luar biasa
merupakan anak yang tingkat perkembangannya menyimpang dari tingkat
perkembangan anak sebayanya dalam aspek fisik, mental, sosial, dan emosional.
Sekolah
SLB BCD Nusantara ini juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur
sekolah ber-asrama yang efektif, efisien, dan professional, mengembagkan
wawasan keunggulan kreatif dan inovatif dibidang pendidikan.
Kritik dan Saran :
1. Sebaiknya, SLB BCD Nusantara menambah
fasilitas yang memadai untuk
mendukung proses belajar mengajar
dikelas.
2. Sebaiknya,
menambah dan memperbaiki sarana dan prasarana untuk SLB BCD Nusantara.
3. Sebaiknya,
menambah pengajar ataupun karyawan karna SLB BCD Nusantara
sangat membutuhkan pengajar dan karyawan
untuk memenuhi kebutuhan sekolah
tersebut.

Hai kak, Namaku Ali Haydar Fatih, Aku perna Bersekolah disini
BalasHapusdan Aku adalah orang yang pengidap Autisme
salam kenal yaa..