Rabu, 29 Juni 2016

Summary Kegiatan Perkembangan Softskill "Kunjungan Lapangan SLB BCD Nusantara"


Kamis, 28 Mei  2016 Saya dan teman sekelompok saya berkunjungan ke SLB BCD Nusantara yang berlokasi di Depok untuk melakukan observasi dan wawancara mengenai tugas  Psikologi Pendidikan.
Adapun tujuan observasi dan wawancara tersebut sebagai berikut:
1.    Memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Psikologi Pendidikan
2.    Memperoleh pengetahuan tentang sistem pembelajaran di Sekolah Luar Biasa
3.    Memperoleh pengetahuan tentang perbedaan Anak berkebutuhan khusus

BERIKUT BEBERAPA DAFTAR PERTANYAAN YANG DIAJUKAN BESERTA JAWABANNYA
1)      Sejarah Awal Berdirinya SLB BCD Nusantara?
SLB BCD Nusantara ini awalnya ingin berbagi kepada anak anak khusus. Pada saat itu ada 8 alumni SGPLB datang ke bapak sujuno untuk mengajar, karena senang mengajar. Lalu di bukalah di Depok dan di Jakarta. Di depok awalnya ada di jalan kembang dan di Jakarta di jalan kelinci kambing. Kemudian di Depok pindah ke tanah merah dan di Jakarta pindah ke jalan smp 12, itu awalnya. Dan kenapa namanya SLB BCD Nusantara, karena melayani 3 ke khususan, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa. Dalam perjalanannya berkembang tuna netra, autis, downsyndrom dapat diterima. Dasarnya karena mereka itu manusia sama dengan kita ialah makhluk sosial.

2)      Berapa Jumlah Pengajar Sampai Saat Ini?
Sekarang total perngajar dan instruktur ada 40 orang. Kemudian sekolahnya berkembang dari belum berasrama menjadi adanya berasrama. Menurut Diknas sekolah berasrama, menrut Kemensos ialah panti, karena panti ini juga menerima anak anak dari jalan. SLB ini sendiri berdiri sejak tahun 1989.

3)      Kurikulum Apa yang Dipakai?
Kurikulum akhir akhir ini pemerintah membuat kurikulum nasional. Kurikulum nasional diberikan kepada anak anak sesuai dengan kemampuan. Katakannlah kalau tuna netra, rungu, daksa ketika berbicara kemampuan itu mereka tidak berbeda dengan anak anak umum mereka bisa mengikuti ujian negara. Tetapi ada anak anak yang tidak bisa ikut ujian negara, seperti anak tuna grahita, autis, downsyndrom. Mereka hanya ujian sekolah, jenjangnya dari tkslb-sdlb-smplb-smalb. Lalu, disini di bcd nusantara mencoba membuka layanan pendidikan D1 D2 D3, karena ada pertanyaan dari alumni smalb ini kepada orang tuanya karena ingin kuliah, maka dibukalah D1 D2 D3 khsus komputer ataupun keterampilan yang kampusnya berada disini juga.

4)      Apakah Ada Bantuan dari Pemerintah?
Bantuan pemerintah itu ada, contohnya ada beasiswa anak anak sekolah. kemudian ada bantuan opresional sekolah sesuai dengan kemampuan pemerintah. Dari diknasnya, dari kemsosnya berarti berbicara panti itu ada biaya makan, biaya makan itu satu anak satu hari 3ribu rupiah.

5)      Prestasi Apa yang Pernah Diraih?
Dibidang olahraga ada, namanya Aditya dulu dia rungu bicara. Dia prestasi dibidang bulu tangkis dan terakhir main di Hongkong sesama tuna rungu. Ketika main di luar negri itu dia merasa minder dengan poster tubuh dari pemain luar negri. Dia sekarang sudah bekerja dan sudah ingin menikah. Aditya itu diboarding dari usia 7 tahun.

6)      Anak – Anak yang Seperti Apa yang Diberlakukan Secara Khusus?
Kalau berbicara itu, ada 3 klasifikasi anak. Yang perlu rawat, mampu latih, mampu didik. Yang perlu rawat ini yang membutuhkan perlukan khusus.

7)      Sejak Kapan Sekolah ini Membuka Asrama?
Kalau itu ada sejarahnya, waktu Bapak pulang kerja, ada anak sedang makan ditempat sampah dan saya hampiri dan saya tanya. Ternyata anak ini anak downsyndrom kemudian saya tanya kepada warga disana kalau tidak ada yang mengaku keluarga dan tidak peduli, bolehkah saya bawa anak ini. Dan dari situ mulailah membuka berasrama.
8)      Masalah Apa Saja yang Pernah Dialami di SLB BCD Nusantara?
Masalah pada anak anak ini kan sudah bermasalah, baik pada kognisinya, kepribadiannya, keterampilannya, bakat dan minta. Muncul lah untuk kita latih. Seperti anak tuna netra ada latihan latihan khusus kemudian bisa tampil di depan umum. Ya caranya berupa latihan latihan. Masalah masalah yang menyakut sdm dan ekonomi juga ada tapi wajarlah ada masanya turun naik dan keluar masuk, pasang surut, gak jadi masalah. Yang penting lembaga ini berjalan dan mau berbagai.

9)      Bagaimana Jadwal Pembelajarannya?
Pembelajrannya khususnya akademis itu dari hari senin samapi jumat. Sabtu minggu ada tetapi tentang lingkungan sekitar, seperti cara membersihkan kamar, tempat tidur, toilet, halaman sekolah, dan berolahraga dan belajar kebersihan untuk dirinya sendiri.
MENGANALISIS PERMASALAHAN
            Masalah yang terdapat di SLB BCD Nusantara ini pada umumnya lebih kepada aspek kognisi, kepribadian, keterampilan, bahkan bakat dan minat dari setiap anak berkebutuhan khusus. Namun, selain itu terdapat juga masalah dari sumber daya manusia dan ekonomi yang setiap tahunnya terdapat perubahan.
            Karena di SLB BCD Nusantara ini mempunyai beragam anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, autis, dan down syndrome maka terdapat juga kognisi dari setiap anak yang berbeda, keterampilan yang berbeda, bahkan bakat dan minat yang berbeda pula. Masalah ini bisa kita kaitkan dengan masalah sumber daya manusia yang terdapat disekolah tersebut. Sumber daya manusia disini bukan hanya kepada anak – anaknya, melainkan kepada pengajar, pengurus, atau karyawan yang berada di sana. Karena seharusnya semakin banyak anak – anak berkebutuhan khusus yang sekolah di sana semakin banyak pula pengajar, pengurus dan karyawan yang berada disana, agar sistem pengajar yang di terapkan disana jauh lebih maksimal.
            Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan kognisi pada anak, yaitu sebaiknya para pengajar SLB BCD Nusantara lebih meningkatkan pelatihan dan pengalaman ataupun interaksi sosial yang intensif. Contohnya seperti pada Fikar dan Salsa yang dua duanya mengidap tunanetra, mereka mempunyai kemampuan bakat dan minat dalam bidang seni yaitu menyanyi yang akhirnya dilatih terus menerus hingga sudah terbiasa tampil diberbagai acara. Itu salah satu bentuk contoh pelatihan dan pengalaman dalam aspek kognisi.
            Selain aspek kognisi, terdapat juga aspek kepribadian yang menjadi salah satu masalah di SLB BCD Nusantara. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. Contohnya ialah kepribadian anak anak yang tadi disebutkan oleh Bapak Sujono, yaitu anak yang perlu dilatih, di didik, dan di dirawat. Dari ketiga kategori tersebut dapat dilihat bahwa anak yang perlu di rawat adalah anak yang mempunyai kepribadiaan yang sulit. Karena anak yang perlu dirawat itu masih sangat membutuhkan pelayanan yang khusus dari pengajar atau pengurus yang selalu mengurusinya, seperti halnya untuk makan, berpakaian ataupun untuk kehidupan dirinya sendiri dan anak yang perlu dirawat ini untuk kearah kemandirian yang optimal itu tidak mungkin dan akan terus dilayani sepanjang hayatnya. Dengan begitu terlihat bahwa kepribadiannya kurang karena kurangnya karakter pada anak tersebut, temperamen, sikap, dan pembiasaan. Solusi menurut kami, dengan salah satunya diberikan layanan khusus dengan ditambahnya pengajar pada anak yang perlu rawat agar setidaknya anak tersebut dapat mengerti dan memhami lebih cepat dan dibutuhkannya lingkungan yang baik agar timbulnya sosialisasi yang baik pula terhadap kepribadian anak tersebut. Karena dengan adanya sosialisasi yang baik maka akan baik pula sikap dari si anak tersebut seperti temperamennya.
            Adanya juga dari aspek keterampilan dan bakat minat. Contohnya seperti Fikar dan Salsa ataupun Aditya yang masing masing dari mereka mempunyai bakat dan minat yang berbeda. Aditya di bidang olahraga dan Salsa Fikar di bidang seni. Sejauh ini yang kami lihat di SLB BCD Nusantara sendiri selalu men support anak anak berkebutuhan khusus dalam menjalani bakat dan minatnya. Akan tetapi, menurut kami kurangnya pelatih yang membimbing mereka dengan intensif dan fasilitas atau sarana yang kurang memadai. Jadi menurut kami, perlu ditambahnya pelatih agar anak anak tersebut dapat dengan cepat dan tepat mendapatkan pendidikan non akademik tersebut dan juga sarana yang cukup.

Jadi kesimpulan serta kritik dan saran yang saya dapatkan dari wawancara tersebut yaitu:
    Tidak hanya anak normal yang membutuhkan pendidikan, akan tetapi anak berkelainan atau anak luar biasa juga perlu memperoleh pelayanan pendidikan yang disesuaikan. Anak luar biasa merupakan anak yang tingkat perkembangannya menyimpang dari tingkat perkembangan anak sebayanya dalam aspek fisik, mental, sosial, dan emosional.
Sekolah SLB BCD Nusantara ini juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur sekolah ber-asrama yang efektif, efisien, dan professional, mengembagkan wawasan keunggulan kreatif dan inovatif dibidang pendidikan.
Kritik dan Saran :
1. Sebaiknya, SLB BCD Nusantara menambah fasilitas yang memadai untuk
mendukung proses belajar mengajar dikelas.
2.  Sebaiknya, menambah dan memperbaiki sarana dan prasarana untuk SLB BCD Nusantara.
3.  Sebaiknya, menambah pengajar ataupun karyawan karna SLB BCD Nusantara
sangat membutuhkan pengajar dan karyawan untuk memenuhi kebutuhan sekolah  

 tersebut.

1 komentar:

  1. Hai kak, Namaku Ali Haydar Fatih, Aku perna Bersekolah disini

    dan Aku adalah orang yang pengidap Autisme

    salam kenal yaa..

    BalasHapus