Menyisihkan 324 peserta
dari 44 negara, Mohammad Yasya Bahrul Ulum, mahasiswa Teknik Elektro, Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil membawa pulang medali emas
dalam International Mathematics Competition (IMC) for University Student 2014.
Event tahunan, itu diselenggarakan di Blagoevgrad, Bulgaria pada 29
Juli-4Agustus 2014.
Dalam kompetisi itu
juara pertama Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina bidang Matematika dan
peserta lainnya diminta memecahkan masalah dalam bentuk essay. Dengan bidang
kompetisi aljabar, geometri, dan kombinatorik.
Yasya menyebu, peserta
diberikan lima soal yang di sajikan dalam bahasa inggris setiap hari dengan
waktu pengerjaan selama dua hari “Setiap harinya diberikan alokasi waktu satu jam”,
tutur Yasya, seperti dikutip dari ITS Onine.
Meski sempat minder,
Yasya terus mengerjakan soal dengan usaha terbaiknya. Dia mengaku secara
keseluruhan ada 3 soal yang belum bisa diselesaikan, “saya tidak bisa
mengerjakan soal bagian kombinatorik” kenangnya.
Dengan perolehan itu
Yasya berhasil unggul dari pesaing lain yang berasal dari perguruan tinggi
ternama di dunia sepertiYale University AS, University of Gottingen Jerman,
Moscow Institute of Physics san Technology Rusia, College University London,
maupun Nanyang Technological University Singapura.
Dari keseluruhan lawan
Israel adalah lawan terberat bagi Yasya. Perai first grand prize berasal dari
Israel. Lima delegasinya meraih medali emas, sehingga berhasil meraih juara
umum, ungkap Yasya.
Atas prestasi tersebut,
Yasya dianugrahi beasiswa Olimpiade Sains Internasional (OSI) dari Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan. Beasiswa tersebut akan menanggung semua biaya kuliah
hingga studi doctoral diseluruh perguruan tinggi didunia.
Untuk rencana studi
magister jurusan Matematika saya di ITB baru keluar negeri, urai alumnus SMAN
Sragen Billingual Boarding School (SBBS) Gemolong itu.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar