Adams (1986) menyatakan adanya beberapa cara atau strategi yang secara umum dapat digunakan untuk membantu kita dalam kinerja kreatif:
(1) Menggunakan cara-cara yang non-verbal, seperti: berpikir visual (dalam gambaran atau bayangan), atau yang mengandalkan alat indra lainnya,
(2) Mempunyai sikap mempertanyakan (questioning), atau menyelidiki (inquisitive),
(3) Memiliki kelancaran dan kelenturan dalam berpikir,
(4) Menggunakan teknik-teknik kreatif
Kendala terhadap produktifitas kreatif dapat bersifat internal, yaitu berasal dari individu itu sendiri. Dapat pula bersifat eksternal, yaitu terletak pada lingkungan individu, baik lingkungan makro maupun lingkungan mikro. Kendala internal yaitu keyakinan bahwa lingkunganlah yang menyebabkan dirinya tidak mempunyai kesempatan mengembangkan kreativitasnya. Kendala eksternal antara lain yaitu tentang evaluasi, pujian, perasaan diamati selagi mengerjakan sesuatu, pemberian hadiah dan persaingan.
Dalam situasi pendidikan, hendaknya tidak selalu hanya ditekankan produk yang dihasilkan. Proses bersibuk diri secara kreatif perlu juga mendapat penghargaan dari pendidik. Yang perlu dirangsang dan dipupuk adalah sikap dan minat untuk melibatkan diri dalam kegiatan kreatif. Mengembangkan kreativitas anak didik meliputi segi:
Pengembangan kognitif, antara lain dilakukan dengan merangsang kelancaran, kelenturan, dan keaslian dalam berpikir.
Pengembangan afektif, dilakukan dengan memupuk siap dan minat untuk bersibuk diri secara kreatif.
Pengembangan psikomotorik, dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memungkinkan siswa mengembangkan ketrampilannya dalam membuat karya-karya yang produk-inovatif.
Dari beberpapa hambatan baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari lingkungan luar, maka diperlukan cara untuk mengatasi hambatan tersebut.
1. Melakukan apa yang kita dapat lakukan.
Dengan melakukan hal sesuai dengan kemampuan kita dan tidak muluk-muluk pada cita-cita yang jauh dari beberapa factor pendukung pencapaian karir, maka karir kita akan berjalan dengan baik waktu demi waktu.
2. Bersabar
Keberhasilan tidak pernah datang secara instan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melatih kesabaran diri sekaligus mematangkan mental kita dalam menghadapi kegagalan.
3. Percaya pada kemampuan diri
Semakin percaya dengan kemampuan yang kita miliki maka akan diri kita akan termotivasi tersendiri untuk menunjang karir dengan baik. Pada dasarnya, orang yang merasa ragu pasti pada akhirnya akan mengalami kegagalan.
4. Selalu berfikir positif
Dengan selalu berfikir positif, maka kira tidak akan ragu dengan jalan yang kita telusuri.
5. Fokus dengan karir yang kita citakan
Fokus adalah salah satu hal yang krusial bagi kita yang sedang dalam proses pencapaian cita-cita. Dengan selalu fokus terhadap yang kita citakan, maka masalah yang selalu membisiki kita dalam beraktifitas tidak akan mempengaruhi tercapainya karir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar